The Laurus Singapore: Hotel Mewah yang Bikin Lo Lupa Diri (di Sini Juga Ada Burung Hantu!)
Sore-sore di tongkrongan, gue lagi nge-scroll isi timeline, tiba-tiba nemu foto kamar hotel yang vibes-nya beda banget. Bukan sekadar kamar mewah gitu, tapi ada nuansa misterius, kayak lagi ngintip rumah kolektor antik yang super privet. Penasaran, gue dalemin, ternyata itu The Laurus, a Luxury Collection Resort, Singapore. Bukan cuma soal tempat nginep buat yang lagi liburan ke Universal Studios, tapi kayak nemu hidden gem di tengah hiruk-pikuk Resorts World Sentosa yang bikin gue mikir, "Ini sih bukan hotel biasa, ini galeri seni yang kebetulan ada kasurnya!".
Vibes Bukan Main: "Rumah Kolektor" yang Bernapas
Kebanyakan artikel sih bakal bilang, "Oh, The Laurus itu mewah, nuansa kolonial gitu." Bener sih, tapi kurang nendang menurut gue. Lo harus bayangin masuk ke lobby, bukan cuma bau wangi signature hotel, tapi lo langsung disambut sama suasana kayak lagi main ke rumahnya seorang petualang sejati. Setiap sudut tuh curated banget, bukan asal tempel hiasan mahal.
Contohnya, lukisan-lukisan yang menghiasi dinding. Itu bukan reproduksi abal-abal, tapi koleksi gambar naturalis sejarah William Farquhar. Lo tahu nggak, itu tuh kayak jendela waktu yang nunjukin gimana rupa flora fauna Singapura jaman dulu. Sambil nunggu check-in, lo bisa sambil belajar sejarah Singapura tanpa merasa digurui. Asyik kan?
Seni dengan Jiwa: Bukan Sekadar Hiasan Dinding
Nah, ini yang bikin The Laurus beda level. Mereka nggak cuma pamer lukisan mahal, tapi mereka juga jadi platform untuk seniman lokal yang mungkin selama ini nggak kelihatan. Banyak karya seni di sini yang diciptain langsung sama seniman disabilitas binaan ART:DIS. Coba lo pikir, sebuah hotel mewah selevel Luxury Collection berani ngasih panggung ke komunitas yang sering terpinggirkan. Ini baru definisi mewah yang punya hati. Jadi, setiap kali lo memandang sebuah lukisan atau patung, lo nggak cuma lihat benda mati, tapi ada cerita perjuangan dan semangat di baliknya. Kuat banget, kan?
Misteri Si Burung Hantu: Maskot yang Jadi Penjaga
Lo pasti sering lihat foto-foto lobby The Laurus dengan instalasi kaca patri raksasa. Itu bukan hiasan biasa, itu adalah Buffy Fish Owl, atau di sini dikenal sebagai. Di blog lain, mungkin cuma disebut sebagai maskot biar keliatan aesthetic. Tapi, gue lihatnya lebih dalem.
Faktanya, burung hantu ini adalah spesies asli Singapura yang sekarang statusnya kritis dan terancam punah. Dengan menjadikannya ikon utama, The Laurus kayak lagi berbisik halus ke tamunya, "Hey, kita tuh bagian dari alam, dan kita punya tugas buat jaga yang hampir punah." Apalagi, nama "Laurus" sendiri dari bahasa Latin yang artinya pohon salam atau laurel, lambang kemenangan. Jadi, sang pemenang (The Laurus) punya tanggung jawab moral buat jadi penjaga (si Burung Hantu) buat mereka yang lemah. Filosofi setinggi itu, dibungkus dalam desain kekinian. Mind blown, gue.
Riset Dikit, Sob: Fasilitas dan Tipe Kamar yang Nggak Pasaran
Oke, sekarang ngomongin yang lebih teknis dikit, tapi tetep santuy. Yang bikin The Laurus ini unik tuh mereka punya keberanian buat kontras sama hotel lain. Coba deh lo liat fasilitas kamar di sini. Di jaman di mana semua hotel pada nawarin meja kerja ergonomis buat para digital nomad, The Laurus malah dengan tegas nggak nyediain ruang kerja di kamar!
Tipe Kamar: Pilihan Buat Lo yang Pengen "Me Time" atau Bawa Keluarga
Ini bukan berarti mereka pelit tempat. Justru ini pernyataan berani bahwa The Laurus dirancang buat lo yang pengen lepas dari kerjaan. Nggak ada meja kerja, berarti nggak ada godaan buat buka laptop. Fokusnya cuma satu: istirahat total. Sebagai gantinya, mereka kasih kamar mandi marmer luas dengan bak mandi freestanding dan wastafel his and hers yang bikin lo betah berlama-lama. Produk mandinya juga Byredo, wewangian mahal yang bikin badan rileks.
Buat lo yang bawa keluarga, tenang aja. Dari berbagai review tamu yang udah nginep, mereka pada bilang kamar di sini kedap suara banget. Jadi meskipun lagi di Sentosa yang rame, anak-anak bisa tidur nyenyak. Lokasinya juga super strategis, deket banget sama Universal Studios Singapore dan S.E.A. Aquarium. Beberapa tipe kamar bahkan punya ruang duduk terpisah yang nyaman buat kumpul keluarga tanpa berisik ganggu yang lain. Ada juga layanan shuttle yang memudahkan tamu keliling kawasan RWS. Jadi, meskipun nggak ada meja kerja, fasilitas buat keluarga dan liburan tetap jadi prioritas.
Dari Dapur Sampai Kamar Mandi: Semua "Made with Love ala Singapura"
Nah, ini dia yang paling gue suka. The Laurus itu kayak etalase kebanggaan lokal. Mereka nggak asyik-asyikan pake produk impor doang.
- Minibar-nya Bukan Kaleng-kaleng: Lo nggak bakal nemuin camilan kemasan biasa di sini. Ada ETTE Tea, merek teh premium asli Singapura yang racikannya khas. Ada juga Notter Nuts dengan varian rasa rumput laut yang cuma ada di The Laurus. Dan buat pecinta cokelat, ada Mr. Bucket Chocolaterie yang pake kakao Asia berkelanjutan. Legit! Ini mah udah kayak surprise hampers di dalam kamar.
- Alat Makan dari Pohon yang "Hidup Kembali": Waktu bangun Resorts World Sentosa, pasti ada pohon-pohon yang ditebang. Nah, alih-alih dibuang, kayu-kayu itu disulap sama seniman Arthur Zaaro jadi talenan, peralatan makan, dan barang seni fungsional lainnya yang lo pake langsung di restoran. Kayak ada cerita hidup di setiap serat kayunya. Dari yang tadinya tumbang, sekarang jadi barang bernilai tinggi. Sustainable sekaligus artistik banget.
Review dan Harga: Worth It Nggak Sih Buat Kantong Pas-pasan?
Pertanyaan paling krusial: berapa sih harga kamar The Laurus Singapore? Jujur, ini bukan hotel buat backpacker. Ini adalah investasi buat pengalaman. Harga kamar per malamnya bisa bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung tipe kamar dan musimnya. Tapi, kalau lo liat apa yang lo dapetin—sebuah kamar yang dirancang dengan detail filosofis, koleksi seni kelas dunia, produk lokal premium, dan lokasi strategis di RWS—gue rasa ini sebanding.
Banyak review dari tamu Indonesia di platform perjalanan bilang, "Nyaman banget, bersih, wangi, dan desainnya tuh beda dari hotel-hotel lain di Singapore. Rasanya kayak punya rumah mewah sendiri." Yang paling sering dipuji adalah pelayanan staf yang ramah dan nggak kaku, plus keramahan sore hari dengan makanan kecil di lobby yang cantik itu. Jadi, buat lo yang pengen liburan mewah di Singapura dengan vibe yang nggak pasaran, The Laurus ini wajib masuk wishlist.
Jadi, intinya The Laurus, a Luxury Collection Resort, Singapore ini bukan sekadar hotel. Dia adalah perpaduan antara warisan budaya, seni kontemporer, keberlanjutan, dan kenyamanan pribadi yang dibungkus rapi. Lo nggak cuma tidur di sini, lo tinggal di dalam sebuah cerita. Dan yang paling penting, setiap foto yang lo ambil di sini bakal punya cerita, bukan cuma buat konten Instagram, tapi buat kenangan yang dalam. Tertarik buat ngerasain sendiri?
FAQ Seputar The Laurus, a Luxury Collection Resort, Singapore
1. The Laurus Singapore itu lokasinya di mana persisnya? Gampang nggak aksesnya?
The Laurus berada di dalam kawasan Resorts World Sentosa (RWS), tepatnya di 8 Sentosa Gateway. Aksesnya gampang banget! Dari Bandara Changi, lo bisa naik taksi atau MTR. Kalau naik MTR, turun di stasiun HarbourFront, lalu lanjut naik Sentosa Express atau shuttle RWS. Hotel ini juga nyediain shuttle khusus buat tamu yang keliling di dalam kawasan RWS.
2. Tipe kamar apa yang paling recommended buat honeymoon atau anniversary?
Buat momen spesial, gue saranin ambil tipe kamar yang lebih tinggi, misalnya yang punya area duduk terpisah atau kamar mandi dengan bathtub freestanding yang luas. Suasana kamarnya yang tenang dan romantis, plus amenities Byredo, bakal bikin momen lo makin berkesan. Jangan lupa kasih tahu hotel sebelumnya kalau lagi merayakan sesuatu, siapa tahu mereka kasih kejutan kecil.
3. Fasilitas apa aja yang bisa dinikmati anak-anak di The Laurus?
Meskipun vibesnya dewasa dan tenang, The Laurus tetap ramah anak. Kamarnya kedap suara, jadi anak bisa istirahat dengan nyaman. Lokasinya yang di RWS juga berarti atraksi seperti Universal Studios dan S.E.A. Aquarium tinggal jalan kaki. Staf hotel juga terkenal ramah dan membantu keluarga dengan anak kecil. Mereka juga punya fasilitas kolam renang yang bisa dinikmati semua umur.
4. Ada restoran atau tempat makan enak di dalam hotel?
Tentu! The Laurus punya restoran yang menyajikan hidangan lezat dengan sentuhan lokal dan internasional. Suasananya juga nggak kalah aesthetic dengan desain interior hotel. Selain itu, karena lokasinya di RWS, lo punya ratusan pilihan restoran dan kafe di sekitar hotel, dari yang casual sampai fine dining.
5. Berapa kisaran harga per malam dan apakah harga sudah termasuk sarapan?
Harga kamar The Laurus Singapore sangat bervariasi tergantung musim dan ketersediaan. Rata-rata bisa mulai dari SGD 600 hingga SGD 2000++ per malam. Untuk paket sarapan, biasanya ada pilihan kamar saja atau kamar termasuk sarapan. Sangat disarankan untuk cek langsung di situs pemesanan atau situs resmi Marriott Bonvoy untuk mendapatkan harga dan promo terbaru. Kadang mereka punya paket menginap plus tiket atraksi RWS yang lebih hemat.
6. Apakah hotel ini menyediakan layanan antar-jemput bandara?
Ya, The Laurus menyediakan layanan mobil mewah untuk antar-jemput bandara dengan biaya tambahan. Ini pilihan yang nyaman banget kalau lo bawa banyak barang atau pengen memulai liburan dengan gaya. Pemesanan bisa dilakukan melalui concierge hotel sebelum kedatangan lo.
Alamat Lengkap
Alamat:28 Sentosa Gateway, Singapura 098139Telepon: +65 6577 6888
Website:https://www.marriott.com/en-us/hotels/sinsl-the-laurus-a-luxury-collection-resort-singapore/overview/